Tulisan kali ini hanya ingin bercerita tentang keputusan yang saya ambil setelah menyelesaikan studi S1. Jadi sebelum diteruskan, saya ingin mengingatkan bahwa ada harga yang harus dibayar untuk sebuah pilihan, bisa jadi jalan hidup kita sama namun bisa jadi juga akan berbeda jadi saya harap kalian buat keputusan berdasarkan pilihan kalian sendiri. Jangan biarkan orang lain yang menentukan nasib kalian.
Tulisan ini juga dibuat karena banyak teman-teman khususnya yang baru lulus bertanya-tanya: "kira-kira setelah lulus kamu mau apa?", "bekerja, profesi atau S2?", "nikah dulu nggak? nikah lah, masa nggak", dan banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya. Namun saya simpulkan, tiga pertanyaan diatas seolah sudah menjadi frequently asked question yang wajib ditanyakan. Dan saya meyakini pertanyaan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap teman seperjuangan bukan hanya sekedar kepo. Selamat membaca..
Saya akan bercerita dulu. Jika ditanya setelah lulus saya mau apa. Jawaban yang pertama kali muncul adalah menikmati hidup, menua, mati dan hidup kembali di alam berikutnya. Tapi tidak mungkin jawaban "yang sangat tidak memuaskan" itu saya sampaikan kan?. Jawaban saya adalah "saya ingin berada di dunia pendidikan/akademisi, sampai saat ini belum berminat untuk bekerja atau melanjutkan profesi yang nantinya kebanyakan akan bekerja dipelayanan" yang berarti saya harus lanjut S2 atau bekerja di sekolah farmasi.
Tapi sebenarnya perjalanannya tidak semulus itu, setelah lulus S1. Semua kampus belum buka pendaftaran untuk S2 dan pada akhirnya saya harus memilih opsi lain yaitu bekerja dulu, yaa dihitung-hitung meringankan beban orangtua sekaligus belajar untuk persiapan ke jenjang selanjutnya dan mencari beasiswa tentunya. Karena biaya studi lanjut farmasi tidak murah dan tidak mudah, berdasarkan hasil survei tahun 2019 biaya untuk profesi ± 15 juta / semester dan untuk S2 ± 8 juta / semester.
Singkat cerita saya sempat bekerja di Apotek selama ± 3 bulan dan Alhamdulilah setelah itu mendapat kesempatan untuk mengikuti tawaran tugas belajar untuk program magister dari kampus untuk alumni. Tentunya tidak lepas dari izin restu dan do'a orang tua. Sekali lagi Alhamdulillah, tidak lama menunggu pengumuman bahwa saya dan 3 orang lainnya sudah diterima untuk mengikuti program tugas belajar tersebut.
Maka, dimulailah petualangan pencarian kampus untuk S2.. Petualangan saya saat S2 akan saya ceritakan di postingan yang lain hehe..
Akhir, pesan yang ingin saya sampaikan dalam tulisan kali ini adalah. Apapun pilihan yang akan kalian ambil, do with your own risk. Jangan biarkan orang lain menentukan hidup Anda, sekali lagi. Do with your own risk.
Jika masih bingung, lihat passion diri kalian, jika masih berminat di dunia kefarmasian (untuk teman-teman farmasi), tanya lagi diri kalian apakah ada di pelayanan atau pendidikan. Jika keduanya, maka sesuaikan budget kalian. Bisa bekerja dulu untuk menabung sambil cari beasiswa atau jika ingin langsung bekerja juga tidak masalah bahkan pekerjaan yang tidak linier juga tidak masalah. Dan yang paling penting jangan lupa untuk berkonsultasi ke orang tua dan mintalah do'a dan ridho darinya untuk segala keputusan. Karena Ridho Allah bergantung dari Ridho Orang Tua.
Selamat menentukan pilihan~

0 Comments